Minggu, 04 Desember 2011

sejarah senam

h1MAKALAH SENAM

DI SUSUN  




OLEH :

NAMA : DEDY PRADIPTA
NIM : 6 1 0 1 1 1 2 0 2 7
FAKULTAS ILMU KEOLAHRAGAAN
PRODI
P K R – B
universitas negeri medan

Pendahuluan
Dengan adanya cabang olah raga senam yang ada di Indonesia. Maka pada mata kuliah sejarah ini perlu adanya pembahasan tentang apakah olah raga senam itu.             Tujuan penulisan makalah ini adalah
1. Memberitahu tentang sejarah perkembangannya di Indonesia.
2. Memberikan informasi tentang nomor – nomor yang      dipertandingkanMelalui  makalah  ini  diharapkan  para  pembaca  bisa  mendapatkan  informasi tentang penelusuran cabang olah raga Senam

DAFTAR ISI
1) SEJARAH SENAM
2) PENGERTIAN SENAM
3) UNSUR-SENAM
A) CALESTHENIC
B) TUMBLING
4) MACAM – MACAM SENAM
                   A) SENAM LANTAI
                   B) MACAM – MACAM BENTUK GERAKAN SENAM
5) CARA MELAKUKAN
                   A) BERGULING
                   B) KAYANG
                   C) SIKAP LILIN
                   D) GULING LENTING
E) BERGULING KE DEPAN DILANJUTKAN LENTING     TENGKUK /KEPALA
F) BERDIRI TANGAN (HANDS STAND).
          a) BERDIRI TANGAN (HANDS STAND)
          B)  Berdiri Tangan Dengan Sikap Kaki Dibuka
6) GAMBARNYA
7) PENUTUP
                   a) KESIMPULAN
8) REFERENSI

    1) Sejarah Senam
Senam pertama kali diperkenalkan pada zaman Yunani kuno. Senam berasal dari kata Gymnastics, Gymnas berarti telanjang, sebab pada waktu itu orang-orang berlatih tanpa memakai pakaian. Sedangkan Gymnasium adalah suatu tempat yang dipergunakan untuk mengadakan latihan senam. Pada zaman itu Gymnastik dilakukan dalam rangka upacara-upacara kepercayaan yaitu guna menyembah dewa Zeus.
Pada awal permulaaan abad ke-20, senam telah menjadi rencana pendidikan di sekolah-sekolah Amerika. Hal ini berkat usaha dari Dr.J.F.Williams, Dr.Dubly sorgen dan Thomas D.Wood.
Frederik Jahn adalah bapak Gymnastik, dia memkombinasikan latihan-latihan gimnastik dengan pertunjukan-pertunjukan patriotik. Dia juga menemukan beberapa perelatan senam, diantaranya adalah palang horizontal, palang sejajar, kuda-kuda melintang, dan bak lompat.
Senam di Negara Indonesia sudah dikenal sejak zaman penjajahan Belanda. Pada waktu itu namanya “Gymnastiek”, zaman jepang dinamakan “Taiso”. Pemakaian istilah “senam” sendiri kemungkinkan bersamaan dengan pemakaian kata olahraga sebagai pengganti kata sport.



.2)  Pengertian Senam
Senam adalah aktivitas fisik yang dilakukan baik sebagai cabang olahraga tersendiri maupun sebagai latihan untuk cabang olahraga lainnya. Berlainan dengan cabang olahraga lain umumnya yang mengukur hasil aktivitasnya pada obyek tertentu, senam mengacu pada bentuk gerak yang dikerjakan dengan kombinasi terpadu dan menjelma dari setiap bagian anggota tubuh dari komponen-komponen kemampuan motorik seperti : kekuatan, kecepatan, keseimbangan, kelentukan, agilitas dan ketepatan. Dengan koordinasi yang sesuai dan tata urutan gerak yang selaras akan terbentuk rangkaian gerak artistik yang menarik.
Ciri dan kaidah senam ialah :
~Bahwa  gerakan-gerakan  latihannya  selalu  dapat  direncanakan,  dipilih  dan diciptakan oleh guru, pelatih bahkan oleh pelaku sendiri.
~Bahwa gerakan latihannya terpilih itu harus disusun secara sistematis (merupakan suatu kebulatan latihan)
~Penyusunan  dan  pemilihan  gerakan  itu  harus  sesuai  dengan  prinsip-prinsip tertentu sesuai dengan tujuan atau kebutuhan si pelaku.Dengan  melihat  ciri-ciri  dan  kaidah-kaidah  tersebut maka  batasan  mengenai  senam dapat dirumuskan sebagai berikut
“Senam adalah latihan jasmani/olahraga yang bentuk-bentuk gerakannya dipilih dan disusun  secara  sistematis  berdasarkan  prinsip-prinsip  tertentu  sesuai  dengan  kebutuhan atau tujuan si penyusun”.Dari batasan di atas dapat diambil kesimpulan bahwa setiap orang guru atau pelatih olahraga  dapat  menentukan  tujuan,  memilih  dan  menyusun  latihannya  sendiri  sesuai dengan kebutuhan atau tujuan untuk apa. Mungkin untuk memelihara kesegaran jasmani, menambah keterampilan, keindahan bentuk dan lain-lain.
3) Unsur-unsur senam
a. Calesthenic
unsur pertama dari senam ialah “Calesthenic” berasal dari bahasa Greka (Yunani): “Kallos” yang artinya indah dan “stenos” yang artinya kekuatan. Jadi Calesthenic berarti latihan jasmani untuk menambah kekuatan dan keindahan. Latihan ini biasanya dilakukan dengan  atau  tanpa alat.  Calesthenic disebut  juga  dalam  bahasa  inggris  “Free  Exercise” atau  latihan  bebas.  Termasuk  ke  dalam  golongan  ini  adalah  senam  pagi  atau  senam kamar, senam kondisi dan senam pendahuluan, semacam latihan senam yang mendahului latihan olahraga lainnya.  Gerakan-gerakan senam Calesthenic sebagai contoh  misalnya: membungkukkan  badan  ke  depan  sedalam-dalamnya  kemudian  merentangkannya kebelakang  sejauh-jauhnya;  memutar  badan  ke  samping  kiri  dan  kanan;  melakukan gerakan push-ups, dll.
b. Tumbling
unsur  ke-dua ialah “Tumbling” yang berasal dari kata “Tombolan” (Italia) yang artinya  melompat,  melenting  dan  mengguling.  “Tumbling”  berarti  gerakan-gerakan melompat, melenting, mengguling dan berjungkir balik secara berirama. Tumbling atau “akrobatik”  adalah  suatu  ketangkasan  gerak  putar  pada  poros-poros  tubuh.  Pada  saat badan berputar bila tangan bertumpu (satu atau dua tangan) maka terjadilah gerakan hand spring, kip, flic-flac dan cart wheel (baling-baling). Kalau tangan-tangan tidak bertumpu maka terjadilah gerakan salto (sommersault).
Untuk mengetahui pengertian senam, kita harus mengetahui cirri-ciri senam antara lain:
1.    Gerakan-gerakannya selalu dibuat atau diciptakan dengan sengaja
2.    Gerakan-gerakannya harus selalu berguna untuk mencapai tujuan tertentu (meningkatkan kelentukan, memperbaiki sikap dan gerak atau keindahan tubuh, menambah ketrampilan, meningkatkan keindahan gerak, meningkatkan kesehatan tubuh)
3.    Gerakannya harus selalu tesusun dan sistematis berdasarkan ciri-ciri diatas, batasan senam adalah latihan tubuh yang dipilih dan diciptakan dengan berencana, disusun secara sistematis dengan tujuan membentuk dan mengembangkan pribadi secara harmonis.
Pada tingkat sekolah atau yunior pertandingan dapat dibatasi pada nomor-nomor tertentu, biasanya senam lantai dan kuda-kuda lompat. Pertandingan tingkat Nasional dan Internasional bagi pria terdiri dari 6 (enam) nomor yakni : senam lantai, kuda-kuda lompat, kuda-kuda pelana, palang sejajar, palang tunggal, dan gelang-gelang. Sedang bagi wanita ada 4 (empat) nomor : senam lantai, kuda-kuda lompat, balok keseimbangan, dan palang bertingkat.
Penilaian diberikan oleh 4 (empat) orang wasit yang dipimpin oelh seorang wasit kepala. Setiap peserta pertandingan harus melakukan 2 (dua) macam rangkaian pada setiap nomor atau alat, satu rangkaian wajib (yang telah ditentukan terlebih dahulu) dan satu rangkaian pilihan atau bebas masing-masing. Nilai seseorang adalah rata-rata dari dua nilai tengah dengan membuang nilai tertinggi dan nilai terendah dari 4 (empat) orang wasit. Pesenam dengan nilai akumulasi tertinggi menjadi juara ke I dalam kategori serba bisa, tertinggi kedua menjadi juara ke II dan seterusnya.
Juara regu ditentukan dengan penjumlahan 5 (lima) nilai terbaik dari 6 (enam) anggota regu dan setiap alat. 6 (enam) peserta terbaik dari semua atlet turut dalam pertandingan final pada tiap-tiap atlet dan nilai akhir yaitu rata-rata dari rangkaian bebas/pilihan dan wajib terdahulu disatukan dengan nilai rangkaian bebas/pilihan dalam final. Nilai ini menentukan urutan pemenang tiap alat.
Para wasit memberikan nilai pada waktu bersamaan. Nilai maksimum adalah : 10,000. Hukuman-hukuman diberikan dengan pengurangan nilai pada pelaksanaan yang salah, penguasaan yang kurang baik, dibantu orang lain, jatuh dari alat atau melampaui batas waktu. Selain itu dinilai pula faktor kesulitan gerak dan penampilan estetikanya. Besar pengurangan nilai adalah persepuluhan. Peraturan penilaian direvisi setiap 2 (dua) tahun. Semua gerakan mempunyai faktor kesulitan yaitu : A, B dan yang tersukar adalah C. Rangkaian latihan biasaya terdiri atas sikap-sikap statis yang memerlukan tenaga yang besar disambung dengan gerakan-gerakan berirama y agn sesuai. Sementara sejumlah berntuk gerak memerlukan kekuatan yang lain memerlukan mobilitas atau keterampilan.
4) Macam-macam Senam
A)          Senam Lantai
Senam lantai pada umumnya disebut floor exercise, tetapi ada juga yang menamakan tumbling. Senam lantai adalah latihan senam yang dilakukan pada matras, unsur-unsur gerakannya terdiri dari mengguling, melompat, meloncat, berputar di udara, menumpu dengan tangan, atau kaki untuk mempertahankan sikap seimbang atau pada saat meloncat ke depan atau belakang. Jenis senam ini juga disebut latihan bebas karena pada waktu melakukan gerakan pesenam tidak mempergunakan suatu peralatan khusus. Bila pesenam membawa alat berupa bola, pita, atau alat lain, itu hanyalah alat untuk meningkatkan fungsi gerakan kelentukan, pelemasan, kekuatan, ketrampilan, dan keseimbangan.
Senam lantai dilakukan di atas area seluas 12×12 m dan dikelilingi matras selebar 1 m untuk keamanan pesenam. Rangkaian gerakan senam harus dimulai dari komposisi gerakan ringan, sedang, berat, dan akrobatik, serta mengandung gerakan ketangkasan, keseimbangan, keluwesan, dll. Pesenam pria tanpil dalam waktu 70 detik dan wanita tampil diiringi music dalam waktu 90 detik. Gerkan-gerakan yang menekankan tenaga harus dilakukan secara lambat dan sikap statis sekurang-kurangnya 2 detik. Gerakan-gerakan salto harus dikerjakan setinggi bahu.


B)      Macam-macam bentuk gerakan senam lantai antara lain:
1.    Guling ke depan
2.    Guling ke belakang
3.    Lompat harimau
4.    Keseimbangan kepala
5.    Keseimbangan tangan
6.    Handspring
7.    Back handspring
8.    Meroda
9.    Stut
10. Round off
11.  Kep
12. Neck kip
13. Head kip
14. Kayang
15. Sikap lilin
16. Sikap kayang
17. Salto
18. Dll

5)Cara melakukan……
1. BERGULING.
Cara melakukannya sebagai berikut :
a. Sikap permulaan jongkok, kedua tangan menumpu pada matras selebar bahu.
b. Kedua kaki diluruskan, siku tangan ditekuk, kepala dilipat sampai dagu menyentuh dada.
c. Mengguling ke depan dengan mendaratkan tengkuk terlebih dahulu dan kedua kaki dilipat rapat pada dada.
d. Kedua tangan melemaskan tumpuan dari matras, pegang mata kaki dan berusaha bangun.
e. Kembali berusaha bangun.
2. KAYANG.
Kayang adalah posisi kaki bertumpu dengan empat titik dalam keadaan terbalik dengan meregang dan mengangkat perut dan panggul. Nilai dari pada gerakan kayang yaitu dengan menempatkan kaki lebih tinggi memberikan tekanan pada bahu dan sedikit pada pinggang.
Manfaat dari gerakan kayang adalah untuk meningkatkan kelentukan bahu, bukan kelentukan pinggang.
Cara melakukan gerakan kayang sebagai berikut :
a. Sikap permulaan berdiri, keduan tangan menumpu pada pinggul.
b. Kedua kaki ditekuk, siku tangan ditekuk, kepala di lipat ke belakang.
c. Kedua tangan diputar ke belakang sampai menyentuh matras sebagai tumpuan.
d. Posisi badan melengkung bagai busur.
3. SIKAP LILIN.
Sikap lilin merupakan sikap tidur terlentang kemudian kedua kaki diangkat keras di atas (rapat) bersama-sama, pinggang ditopang kedua tangan dan pundak tetap menempel pada lantai. Dalam melakukan sikap lilin, kekuatan otot perut berfungsi untuk kedua tangan menopang pinggang.
Cara melakukan gerakan sikap lilin sebagai berikut :
a. Tidur terlentang, kedua tangan di samping badan, pandangan ke atas.
b. Angkat kedua kaki lurus ke atas dan rapat.
c. Yang menjadi landasan adalah seluruh pundak dibantu kedua tangan menopang pada pinggang.
d. Pertahankan sikap ini beberapa saat.
4. GULING LENTING.
a. Latihan rangkaian berakan berguling.
Cara melakukannya sebagai berikut:
1. Sikap permulaan berbaring menelantang atau duduk telumpar.
2. Mengguling ke belakang, tungkai keras, kaki dekat kepala, lengan bengkok, tangan menumpu di samping kepala, ibu jari dekat dengan telinga.
3. Mengguling ke depan disertai dengan lecutan tungkai ke atas depan, tangan menolak badan melayang dan membusur, kepala rapat.
4. Mendarat dengan kaki rapat, dorong panggul ke depan, badan membusur dengan keras ke atas.
b. Lenting kepala/dahi
Cara melakukannya sebagai berikut:
1. Membungkuk bertumpu pada dahi dan membentuk segi tiga sama sisi, punggung tegak lurus, tungkai rapat dan lurus, jari-jari kaki bertumpu di lantai.
2. Mengguling ke belakang disertai lecutan tungkai serentak tangan menolak sekuat-kuat, kepala pasif, badan melayang dan membusur.
3. Mendarat dengan kaki rapat, badan membusur lengan ke atas.
5. BERGULING KE DEPAN DILANJUTKAN LENTING TENGKUK/KEPALA
Sebelum latihan rangkain gerakan berguling ke depan lenting tengkuk/kepala, akan di bahas dulu bagaimana melakukan guling depan yang betul.
Cara melakukan gerakan guling depan sebagai berikut :
a. Sikap permulaan jongkok tangan menumpu pada matras selebar bahu.
b. Luruskan kedua kaki, siku tangan di tekuk, kepala dilipat sampai dagu dengan menyentuh dada.
c. Mengguling ke depan dengan mendaratkan kuduk terlebih dahulu dan kedua kaki dilipat rapat pada dada.
d. Kedua tangan melepaskan tumpuan dari matras, pegang mata kaki dan berusaha bangun.
e. Kembali berusaha jongkok.
6. BERDIRI TANGAN (HANDS STAND).
a. Berdiri Tangan (Hands Stand)
1. Sikap permulaan berdiri tegak, salah satu kaki sedikit ke depan.
2. Bungkukkan badan, tangan menumpu pada matras selebar bahu lengan keras, pandangan sedikit ke depan, pantat didorong setinggi-tingginya, tungkai depan bengkok sedang tungkai belakang lurus.
3. Ayunkan tungkai belakang ke atas, kencangkan otot perut.
4. Kedua tungkai rapat dan lurus merupakan satu garis dengan badan dan lengan, pandangan di antara tumpuan tangan, badan dijulurkan ke atas.
5. Perhatikan keseimbangan.
b. Berdiri Tangan Dengan Sikap Kaki Dibuka
1. Sikap permulaan berdiri tegak, salah satu kaki sedikit ke depan.
2. Bungkukan badan, tangan menumpu pada matras selebar bahu lurus, pandangan sedikit lurus ke depan, pantat didorong setinggi-tingginya, tungkai ke depan bengkok, sedang tungkai belakang lurus.
3. Ayunkan tungkai belakang ke atas, diikuti tungkai yang lain.
4. Kedua tungkai rapat dan lurus merupakan satu garis dengan lengan, setelah itu kaki di buka ke samping kiri dan kanan, pertahankan sikap ini beberapa saat, selanjutnya kaki dirapat kembali lalu dibuka ke depan dan ke belakang pandangan diantara tumpuan kedua tangan.
b. Berdiri Tangan Dengan Sikap Kaki Dibuka

1. Sikap permulaan berdiri tegak, salah satu kaki sedikit ke depan.
2. Bungkukan badan, tangan menumpu pada matras selebar bahu lurus, pandangan sedikit lurus ke depan, pantat didorong setinggi-tingginya, tungkai ke depan bengkok, sedang tungkai belakang lurus.
3. Ayunkan tungkai belakang ke atas, diikuti tungkai yang lain.
4. Kedua tungkai rapat dan lurus merupakan satu garis dengan lengan, setelah itu kaki di buka ke samping kiri dan kanan, pertahankan sikap ini beberapa saat, selanjutnya kaki dirapat kembali lalu dibuka ke depan dan ke belakang pandangan diantara tumpuan kedua tangan.




7) PENUTUP
a) Kesimpulan
1.    Senam lantai adalah latihan senam yang dilakukan pada matras. Unsur-unsur gerakannya terdiri dari mengguling, melompat, meloncat, berputar di udara,menumpu dengan tangan atau kakiuntuk memperthankan sikap seimbang atau pada saatmeloncaat kedepan atau ke belakang.
2.    Dalam cabang olahraga senam lantai diperlukan matras yang luasnya 12 x 12 m dan dikelilingi matras selebar 1 m untuk keamanan pesenam.
3.    Beberapa gerakan dasar senam lantai :
1.    Roll depan
2.    Roll belakang
3.    Kayang
4.    Sikap lilin
5.    Meroda
6.    Profeller













8) Referensi

-www.google.com/ senam-Wikipedia Indonesia/  
     Sejarah senam .
 
20Oktober 07

-www.google.com/ senam.
.

-Phyllis  Cooper,  Feminine  Gymnastics,  MinneapolisMinn:  Burgess  PubLishing Company, Copyright, 1968.

-Tom De Carlo, Handbook of Progresive Gymnastics, Englewood Cliffs: Prentice-Hall, Inc., 1963

-www.konidki.or.id/porseni/pd _ poerseni
Rohani, batdri.2004.Harapan Pasti Siswa Berpestasi:CV Hayati
Kosasi, Engkos.1983.Olahraga Teknik dan Program Latihan:CV Akademika Pressindo

PERTUMBUHAN & PERKEMBANAGAN GERAK MOTOR LEARNING

PERTUMBUHAN & PERKEMBANAGAN GERAK

MOTOR LEARNING
DISUSUN OLEH :
NAMA : DEDY PRADIPTA
NIM : 6 1 0 1 1 1 2 0 2 7
FAKULTAS ILMU KEOLAHRAGAAN
PRODI
PKR – B
universias negeri medan
DAFTAR ISI
1) Motor pembelajaran
2) Sensory motor belajar 
3) Psycho-fisik belajar 
4 ) VISI DAN KAUM KINESTESI
5 ) KINESIATRIC PENGUJIAN DAN LATIHAN
          1) FOOD SWITCHING
          2) RINTANGAN BATAS
          3) GAMBAR DELAPAN SHUTTLE RUN
          4) GAMBAR DELAPAN BATAS
6) CONTOH
          1) BERJALAN ANGIN
          2) PENUH TERNYATA
          3) INCLINE TERNYATA PENUH
7) WAKTU REAKSI
8) PENUTUP
          KESIMPULAN
9) REFERENSI


1)Motor pembelajaran
a) Motor pembelajaran adalah proses peningkatan keterampilan motorik , kelancaran dan ketepatan gerakan, Hal ini jelas diperlukan untuk gerakan yang rumit, seperti berbicara , bermain piano , memanjat pohon dan makan pisang tetapi juga penting untuk kalibrasi gerakan sederhana seperti refleks , sebagai parameter tubuh dan perubahan lingkungan dari waktu ke waktu. serebelum dan ganglia basal sangat penting untuk belajar motor.
Sebagai akibat dari kebutuhan gerakan universal untuk dikalibrasi dengan benar, tidak mengherankan bahwa serebelum dan ganglia basal secara luas dilestarikan di vertebrata dari ikan ke manusia .
Melalui motor belajar manusia mampu mencapai perilaku yang sangat terampil, dan melalui pelatihan berulang tingkat otomatisasi bisa diharapkan. Dan meskipun ini bisa menjadi proses disempurnakan banyak yang telah dipelajari dari studi tentang perilaku sederhana.. Perilaku ini meliputi pengkondisian eyeblink , motor belajar di -mata refleks vestibulo , dan kicau burung . Penelitian californica Aplysia , itu siput laut, telah menghasilkan pengetahuan yang terperinci mekanisme seluler formulir sederhana pembelajaran.
. Jenis motor pembelajaran yang menarik terjadi selama operasi dari antarmuka otak-komputer . Misalnya, Mikhail Lebedev , Miguel Nicolelis dan rekan-rekan mereka baru-baru ini menunjukkan plastisitas korteks yang menghasilkan penggabungan penggerak eksternal dikontrol melalui antarmuka otak-mesin ke's saraf representasi subjek.
Pada tingkat selular, belajar motor menampakkan diri dalam neuron dari korteks motor . Menggunakan sel tunggal- teknik rekaman, Dr Emilio Bizzi dan rekan-rekannya telah menunjukkan perilaku sel-sel tertentu, yang dikenal sebagai " sel memori , "dapat mengalami perubahan yang langgeng dengan praktek.
Setiap neuron motor dalam tubuh innervates atau lebih otot sel satu, dan bersama-sama ini membentuk sel-sel apa yang dikenal sebagai unit motor. Bagi seseorang untuk melakukan bahkan tugas motor sederhana, aktivitas ribuan unit motor ini harus dikoordinasikan.. Tampaknya tubuh menangani tantangan ini dengan mengadakan unit motor ke dalam modul unit yang kegiatannya berhubungan



Ada beberapa faktor dan pertimbangan yang masuk ke mengembangkan rasa kinestetik begitu halus untuk dapat mengontrol gerakan dinamis yang diperlukan untuk melempar pada tingkat elit? belajar motor Sensory adalah bagaimana akuisisi dan pengembangan semua gerak manusia terjadi. Ini dimulai pada proses umpan balik informasi antara yang satu indra, otot dan otak. Dalam setiap gerakan, indra sentuhan, keseimbangan dan penglihatan otak mengirim pesan (input) tentang posisi tubuh dan aktivitas otot. Otak merespon masukan-masukan dan itu pikiran seseorang dalam berbagai cara (output).Tersebut dapat diringkas sebagai mobilitas (terutama kaki), kemampuan manual (apa yang tidak dengan tangan), dan bahasa lisan. Ada saling ketergantungan antara kemampuan yang bervariasi derajat.
Sebagai seorang atlet mulai memperbaiki gerakan, informasi tersebut makan bolak-balik antara otak dan indra sampai sukses dan terkoordinasi pola tindakan terbentuk.Perkembangan ini dapat dipercepat oleh stimulasi (latihan / gerakan kinesiatric). dan mungkin akan diperlambat oleh cedera atau kurangnya stimulasi. Ada kemajuan tertib dalam pengembangan kemampuan ini. Gerakan otot yang tidak perlu dan kontraproduktif dalam tubuh terdeteksi dan disiangi keluar. Gerakan ini secara bertahap menjadi lebih halus dan efisien dari waktu ke waktu. Informasi dipertukarkan.
Karena tidak ada masukan lain untuk otak, penting dalam pengembangan atletik untuk berkonsentrasi pada penglihatan, pendengaran dan sentuhan.
Peneliti tahu bahwa otak anak-anak muda dengan mudah dikembangkan dan mudah dibentuk untuk menyesuaikan dan memahami gerakan-gerakan baru! Akibatnya, keterampilan baru dan kemampuan yang lebih mudah dipelajari di masa kanak-kanak, terutama pada usia 11 tahun, daripada di kemudian hari. Ini pengalaman motor dicatat dan disimpan. Kita harus ingat bahwa tanpa pengalaman motor sebelumnya, tidak ada bimbingan secara sadar untuk pengalaman motor masa depan. Gerakan lebih pengalaman individu memiliki pada usia dini, semakin mudah untuk belajar dan lebih kompleks gerakan-gerakan baru ketika salah satu lebih tua. Ini tidak berarti bahwa atlet tua yang kurang basis gerakan dari usia dini tidak dapat dengan mudah mempelajari teknik-teknik baru. Apa itu artinya adalah bahwa seorang atlet yang lebih tua perlu lebih memahami konsep-konsep pembelajaran sensori motor.

2) Sensory motor belajar
Dalam rangka mengambil keuntungan dari kemampuan tubuh untuk memperbaiki melalui pembelajaran motorik sensorik, atlet harus memberikan kesempatan otak untuk mendeteksi dan menghilangkan otot gerakan kontraproduktif dan tidak perlu dalam teknik. Ahli-ahli neurofisiologi telah ditentukan bahwa ketika tingkat tinggi upaya otot yang diberikan, menjadi mustahil bagi otak untuk membuat perbedaan indrawi jelas diperlukan untuk meningkatkan's neuromuskuler tubuh organisasi.
Sebuah contoh klasik dari ini akan pengajaran-pon 35 (15.9kg) berat melemparkan (sebuah acara yang diselenggarakan terutama Amerika Serikat) ke pelempar pemula. Biasanya, pengeboran minimal terjadi sebelum atlet diharapkan untuk mengambil bobot dan melempar kompetisi. atlet Kebanyakan begitu khawatir dengan pertempuran berat bahwa mereka tidak mampu berkonsentrasi pada gerakan dan teknik. Ini sebabnya latihan konvensional, dengan fokus pada upaya otot, kekuatan dan kecepatan, sebenarnya menghambat otak kemampuan untuk berfungsi dengan baik pada tubuh nama.
Ketika mengajar sebuah gerakan atau teknik baru, pelatih harus menyadari bahwa lambat, mudah gerakan akan mengaktifkan's gerakan pusat otak dan menghasilkan aliran informasi yang berharga di antara otak dan otot-otot.

Dengan menggunakan kekuatan otot yang minimal, kita membiarkan otak bebas untuk membuat perbedaan sensorik penting. Pelatih dan atlet akan melihat ketegangan itu, strain, kelelahan dan ketidaknyamanan menghilang memprogram ulang sistem neuromuskuler tubuh untuk perbaikan teknis. Dengan kata lain, otot sedikit usaha menghasilkan lebih pembelajaran sensori motor dan perbaikan fisik yang lebih besar.

3) Psycho-fisik belajar
Istilah "psiko-fisik" digunakan untuk menekankan fakta bahwa orang pikiran dan tubuh tidak terpisah entitas, tetapi dimensi satu fungsi seluruh keberadaan. Banyak gerakan kita sehari-hari, seperti berjalan, tidak sadar. Pola-pola gerakan kebiasaan telah dikembangkan dari waktu ke waktu dan melalui pengulangan yang tak terhitung jumlahnya. Sebagai salah satu gerakan mengajarkan keterampilan baru, teknik perlu dikembangkan dengan menggunakan teknik beralasan berarti dimana pun dapat dilakukan dalam cara yang terkoordinasi dan efisien alami.
Pelatih harus menyadari bahwa sebagai atlet mempelajari gerakan-gerakan baru, mereka juga harus melatih pikiran serta tubuh. Kadang-kadang atlet mengembangkan apa yang disebut Alexander FM "apresiasi indera yang tidak sempurna". Dalam hal ini, apa yang terasa "benar" untuk atlet hampir selalu salah. Hal ini salah karena atlet tersebut telah pindah dengan cara kebiasaan mereka begitu lama bahwa cara kebiasaan mereka merasa benar dan normal. Sebagai contoh, menggenggam tangan Anda di depan Anda. Satu atau ibu jari lain akan berada di atas. Sekarang melepaskan mereka dan kembali gesper mereka dengan ibu jari lainnya di atas. Posisi lain mungkin akan merasa "salah" kepada Anda. Namun, jika posisi ini dilakukan, pada akhirnya akan merasa benar.
Ketika pelatih mencoba mengajarkan "benar" teknik untuk seorang atlet yang sedang berjuang dorongan tak tertahankan untuk merasa benar, proses perubahan ke pola baru gerakan menjadi tidak mungkin tugas tampaknya, karena atlet kemampuan untuk melaksanakan suatu instruksi teknis didasarkan pada ketepatan penghargaan sensorik mereka.
Pengalaman gerakan yang lebih bahwa atlet memiliki lebih baik ia akan dapat membangun sebuah peta visual kinestetik internal lingkungan mereka.atlet kemudian dapat bertindak atas peta ini. Sebuah bor yang dapat digunakan akan memiliki atlet melakukan teknik! gerakan, kemudian melakukan yang sama dengan mata tertutup dan membuat suatu perbandingan dari dua. Belajar terjadi bila atlet dapat melihat perbedaan antara keduanya.
Moshe Feldenkrais, yang berasal sistem psiko-fisik pendidikan yang menyandang namanya, dikemukakan pentingnya peta visual yang tepat kinestetik internal untuk tindakan yang baik. Dalam membangun sistem nya, Feldenkrais mengatakan bahwa kita mengarahkan diri kita untuk bergerak sesuai dengan fisik kita-citra diri, yang merupakan peta tubuh disimpan dalam otak. Dia menyatakan bahwa peta internal sering tidak cocok dengan realitas, dan tindakan yang diambil atas dasar ini akan sering pergi kacau, seperti orang yang menggunakan peta jalan yang tidak akurat. Inilah sebabnya mengapa penting untuk melatih bawah mata pelatih pengetahuan dan menggunakan peralatan video jika tersedia.
Penting untuk dicatat bahwa hanya sebagai atlet memiliki peta kinestetik visual, begitu juga pelatih. Sangat penting bahwa sebagai pelatih menyampaikan / nya konsep nya teknik untuk atlet, kedua mungkin harus menggunakan manipulasi fisik untuk tempat atlet dalam posisi yang diinginkan atau untuk menciptakan perasaan yang tepat untuk membantu mensintesis dua peta. tantangan terbesar pelatih mencoba untuk relay untuk atlet urutan gerakan yang tepat, menggunakan peta's kinestetik atlet, agar berhasil melakukan tugas yang diberikan.
Untuk mata berpengalaman, setiap gerakan tampak sama. Hanya ketika seorang pelatih dan atlet memiliki pemahaman yang bergerak tubuh dalam tiga dimensi, dan karenanya semua gerakan perlu dianalisis dalam 3-D, akan atlet dan pelatih dapat mensintesis dua mereka peta kinestetik.

4) Visi dan kaum kinestesis
Visi adalah salah satu indra yang sangat berpengaruh bagaimana kita belajar untuk bergerak. The area sub-kortikal otak memungkinkan untuk kontrol visual langsung bergerak dan untuk, sebagian besar, ia beroperasi di luar kesadaran. The lemparan atlet elit hampir tindakan refleks. Hal ini dilakukan tanpa berpikir dan berpikir melalui proses memperlambat waktu reaksi. atlet harus mampu menerjemahkan petunjuk visual menjadi gerakan yang tepat untuk mencapai teknik yang tepat. Memperhatikan apa yang dirasakan dan apa yang dilihat menghasilkan perbaikan. Kesadaran tinggi proprioseptif meningkatkan baik visi dan gerakan.
Dalam ajaran konsep-konsep gerakan, salah satu prinsip utama adalah bahwa tubuh berikut kepala. Lebih khusus lagi, tubuh berikut mana Anda melihat (pusat visi). Namun, studi telah menemukan bahwa visi pinggiran, karena bertentangan dengan visi Tengah, merupakan pusat kontrol visual gerakan. Seorang atlet harus menyadari bidang visual itu sebagai dia bergerak.

5) Kinesiatric pengujian dan latihan
pengujian Kinesiatric adalah evaluasi gerakan yang meliputi penilaian fungsional untuk mengetahui apa yang dapat dilakukan atlet. Melalui ini, rencana gerakan ini dikembangkan dan dilaksanakan berdasarkan kemampuan atlet dan defisit. Pengujian jatuh ke dalam dua kategori, umum dan khusus.Umum pengujian biasanya meliputi kemampuan motorik kasar secara keseluruhan. Seorang pelatih atlet ingin mengevaluasi kemampuan untuk bergerak pada umumnya. Sebuah contoh dari uji secara umum bagi gerakan kinesiatric akan menjadi "T Bor" yang ditunjukkan pada Gambar 1.
pengujian khusus akan menjadi tes yang bisa menggabungkan gerakan acara tertentu. Tes digunakan untuk mengukur, antara lain,'s balistik kaki atlet kekuatan, kelincahan / waktu reaksi, perencanaan motor, co total tubuh-ordinasi dan kemampuan untuk mengubah arah melalui pesawat yang berbeda gerakan, semua yang penting faktor yang sangat dalam kinerja atletik . Salah satu contoh tes khusus untuk gerakan kinesiatric akan John Powell "Lampung, Lampung Sting" diskus bor ditunjukkan dalam Gambar 2.
Sensory perkembangan motorik juga dapat dipercepat melalui penggunaan latihan ini dan lainnya kinesiatric. Tujuannya adalah untuk mengajarkan tubuh untuk mengontrol pergerakan dinamis Berikut ini adalah beberapa pertimbangan yang perlu diperhatikan ketika memilih dan / atau mengembangkan latihan untuk digunakan.
1.    Program perlu menyediakan berbagai pengalaman gerakan untuk atlet.
2.    Mutasi perlu dilakukan pada awalnya hanya dengan berat badan. Sebagai atlet menunjukkan kemampuan lebih dalam gerakan perlawanan dapat ditambahkan (rompi berat yaitu, bola obat, pugs melemparkan dll) untuk mengajarkan tubuh untuk mengontrol pergerakan dinamis.
3.    Mutasi harus melalui lebih dari satu bidang (yaitu rotasi melalui pesawat linear seperti pada palu, diskus dan jatuh).
4.    atlet perlu berpaling dan bekerja kedua sisi tubuh yang sama.
Latihan berikut ini dapat digunakan sebagai tes atau sebagai stasiun untuk pengkondisian gerakan:
1. Foot switching
Menggunakan 15cm aerobik langkah-10, atlet dimulai dengan satu kaki di tangga dan off lainnya. Pada perintah, atlet melompat ke udara dan kaki switch. Hal ini dapat dilakukan untuk jangka waktu 30 detik untuk 1 menit.

2. Rintangan batas
Menggunakan kecil "pisang" rintangan atau pelatih rintangan, berbaris rintangan 5-10 berturut-turut. Pasang rintangan 1m terpisah.atlet yang melakukan double leg hops / batas atas setiap rintangan. Setelah selesai, atlet jog kembali ke awal. Variasi dapat digunakan juga. kaki Single hop menggunakan kaki kanan atau kiri saja. atlet dapat dan alternatif kanan kaki kiri. Sebuah variasi canggih akan memiliki atlet melakukan a ° gilirannya 180 setiap rintangan turun baris menggunakan batas kaki dua atau kaki satu hop.

3. Gambar delapan shuttle run
Tempatkan dua kerucut di tanah sekitar 9m terpisah. atlet mulai dalam posisi berdiri dan menjalankan perintah dalam angka delapan cara di sekitar kerucut.

4. Gambar delapan batas
Tempat dua strip rekaman di tanah sekitar 90cm terpisah. Berdiri di belakang satu baris tape, atlet melakukan ganda kaki terikat dan saat di udara dia itu melakukan giliran 1800 ke kanan dan tanah di belakang tapeline lainnya menghadapi arah dia mulai masuk Segera setelah mendarat, atlet batas kembali ke tapeline lain, kali ini beralih ke / kirinya di udara, dan tanah menghadap ke arah dari mana dia datang. Sebuah variasi canggih akan memiliki atlet memegang bola obat atau mengenakan rompi tertimbang.
6) CONTOH
Berikut ini adalah beberapa palu latihan kita gunakan di University of New Hampshire untuk memberikan pelatihan kinesiatric dengan menerapkan.
1. Berjalan angin
atlet yang berjalan di telepon beberapa saat berliku palu dengan kedua tangan di atas kepala. Variasi bor ini dapat mencakup berkelok-kelok di kedua arah (samping pilihan dan sisi non disukai), berkelok-kelok dengan hanya lengan kanan atau kiri, dan berliku berjalan mundur.

2. Penuh ternyata
atlet yang melakukan sebagai ternyata penuh berturut-turut sebagai keterampilan mereka memungkinkan. Variasi pada latihan ini mencakup angin untuk kedua belah pihak, panjang yang berbeda dari kawat, dan penggunaan yang berbeda mengimplementasikan tertimbang.

3. Incline ternyata penuh
Variasi pada gilirannya bor penuh meningkatkan pengalaman kinestetik. atlet yang melakukan pergantian bor penuh atas bidang miring sedikit, miring sedikit ke bawah dan di miring sedikit dari kedua arah.

Seperti yang dapat dilihat, dengan menggunakan konsep kinesiatric ketika mengembangkan program gerakan bagi seorang atlet memiliki kemungkinan tak terbatas.

6) Waktu reaksi
Waktu reaksi dapat digunakan sebagai indeks fisik yang mendasari aktivitas saraf. Bila Anda mengukur waktu reaksi, Anda mempertimbangkan pengambilan keputusan apa pun mental dibutuhkan antara motor konduksi dan proses sensoris. Sederhana waktu reaksi selalu lebih cepat dari yang membutuhkan pengambilan keputusan tambahan. Ini adalah perbedaan antara melakukan gerakan yang relatif sederhana (yang berdiri membuang di menembak) versus gerakan yang lebih kompleks (membuang rotasi dalam menembak put). Dalam mengukur waktu reaksi, Anda kognisi pemodelan.

 Awal sampai akhir penentuan waktu adalah ukuran dari ujung-ke-kognisi akhir gerakan sensorik, misalnya semua otak harus lakukan untuk menanggapi tepat untuk input lingkungan.
Selama gerakan yang kompleks, otak selalu membuat penilaian untuk struktur internal informasi biologis itu menerima. Motor memori dikembangkan melalui pengulangan. Seperti memori motor dikembangkan, proses pengambilan keputusan menjadi lebih cepat. Sebagai gerakan yang kompleks menjadi disintesis di otak dan pola motor dikembangkan, gerakan kompleks menjadi tindakan refleks bahwa waktu reaksi penurunan dengan gerakan sederhana. Itulah sebabnya melempar oleh atlet elit menjadi seperti sebuah aksi refleks, dilakukan tanpa pikir.
7) PENUTUP
      KESIMPULAN


Dari penjabaran diatas dapat diketahui bahwa pembelajaran gerak motorik fisik dan sensorik pada umumnya masih bisa di bentuk pada usia muda……hal ini membuktikan bahwa aktifitas sangat berperan penting pada pertumbuhan dan gerak.waktu juga sangat berperan penting pada aktifitas fisik eseorang dalam melakukan pengujian gerak sensorik maupun motorik.hal ini juga harus se-sering mugkin untuk melakukan pengujian dan pelatihan agar betul-betul dapat terlihat hasil dari pengujian dan pelatihan yg di lakukan.dalam hal ini ada beberapa factor yg harus di ingat dan di pelajari sesering mungkin.
Antara lain :

1)    peningkatan latihan (progresifitas)
2)   pengulangan kembali (feed back)
3)   pengarahan (bantuan)
4)   motivasi
5)   memory
6)   reterensi jangka panjang
7)   mental practise
ada 2 fase motor learning :
1)    acquisition
2)   retention
terbagi dalam 3 fase :
1)    fase kognitif (what to do0
2)   fase asosiasi (how to do)
3)   fase otonom (how to succed) otomatis

dengan adanya beberapa factor di atas di harapkan kepada pembaca dapat mengerti dan memahami dari penjabaran di atas.

                                                          Terimakasih


        Dedy pradipta